Tenggarong, paripurnanews.id- Rian Tri Saputra yang lahir di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) adalah pengajar bukan sekedar mengajar jadi tenaga pendidik tapi ada kenangan yang tak terlupakan ketika kala itu dirinya dinobatkan sebagai guru favorit.
“Gaji saya waktu itu jadi guru hanya Rp5.000 sampai Rp10.000 per jam. Tapi ada kepuasan batin yang tak bisa dibeli. Dari tenaga pendidik saya belajar tentang keikhlasan sejati,” ucap Rian, Kamis, (31/07/25).
Waktu semasa menjadi guru Rian juga aktif sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Loa Kulu selama hampir tiga periode. Tentu ini merupakan perjalanan dinamika yang luar biasa penuh tantangan sampai akhirnya 18 Pengurus Kecamatan (PK) KNPI mendorongnya maju dalam pertarungan ketua DPD KNPI Kukar.
Perjalanan Nahkodai KNPI Kukar
Hotel Grand Fatimah di bulan Nopember 2024 menjadi saksi seorang Rian Tri Saputra terpilih menjadi ketua KNPI Kukar periode 2024-2027. Sebelumnya ia telah memenuhi syarat administrasi dukungan dari minimal empat kecamatan, serta rekomendasi dari organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemahasiswaan (ormawa).
Dukungannya tak hanya dari organisasi kepemudaan aktif tapi juga datang dari para tokoh senior KNPI Kukar yakni Thauhid Afrilian Noor dan almarhum Junaidi. Bahkan Bupati Kukar saat itu, Edi Damansyah, juga turut memberi restu.
“Saya meyakini proses tempaan bertubi-tubi akan melahirkan Kepemimpinan yang bisa menjawab tantangan tapi sebaliknya ketika pemimpin lahir prematur maka cepat atau lambat akan merasakan seleksi alam,” imbuh Rian.
Rian menegaskan, posisi KNPI Kukar menjalankan tiga prinsip, pertama sebagai mitra kritis dan solutif bagi pemerintah. Kedua sebagai mitra kolaboratif yang membangun daerah dari program-program kepemudaan. Ketiga sebagai mitra partisipatif dalam sektor pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Rian sosok sederhana yang penuh tempaan inipun melangkah dengan pijakan yang lebih kokoh—berbekal pengalaman hidup, konsistensi organisasi, dan pemahaman yang dalam terhadap realitas sosial. Ia percaya, jika diberi kepercayaan dan ruang, anak muda Kukar bisa mewujudkan perubahan baru.
Realisasi Program KNPI Kukar Dibawah Kepemimpinan Rian Tri Saputra
Sektor Wirausaha
KNPI Kukar menggelar pelatihan budidaya jamur untuk anak-anak muda, mendirikan kelompok pemuda “Idaman Hebat” di sektor perikanan, dan mendorong generasi muda Kukar untuk bergerak di sektor ketahanan pangan.
Sektor Pendidikan
Sejumlah program lain juga telah dijalankan KNPI Kukar di bawah komando Rian. Di antaranya program pendidikan Bahasa Inggris gratis, kegiatan khataman Al-Qur’an sebulan sekali dalam Gerakan Etam Mengaji,Jalan Sehat bersama Forkopimda di 20 kecamatan, hingga Mimbar Bebas KNPI sebagai ruang ekspresi pemuda.
Sektor Minat Bakat Kepemudaan
KNPI Kukar juga menyelenggarakan kontes motor 2-tak dan 4-tak yang disambut antusias oleh komunitas otomotif Kukar. Dalam waktu dekat, KNPI Kukar juga akan bekerja sama dengan SLB Kutai Kartanegara untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Pastikan KNPI Kukar Melek Literasi dan Peduli Pendidikan
Ketua Rian beberkan ada hambatan generasi muda karena rendahnya budaya literasi baca. Untuk itu ia tak tinggal diam dan bergegas melakukan yang terbaik.
“Kalau kuliah hanya sekedar kuliah, kalau anak muda hanya mengandalkan ijazah tapi tidak ada relasi, tak aktif berorganisasi tentu akan menjadi suatu kesia-siaan. Maka dari itu mari kita aktif mendukung program KNPI Kukar, keluar dari zona nyaman kita kuatkan pondasi kepemudaan di Kota Raja (Kukar),” beber Rian, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Siapa Sosok Rian Tri Saputra?
Rian lahir pada 3 Agustus 1991, Rian menempuh seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Loa Kulu. TK Dahlia, SDN 002, SMPN 1, dan SMAN 1 Loa Kulu. Sejak sekolah, ia sudah aktif sebagai Ketua OSIS, baik di tingkat SMP maupun SMA.
Setelah lulus SMA, ia sempat diterima di Pondok Pesantren Gontor, Magelang. Namun perjalanan itu tak selesai. Ia kembali ke Kaltim dan menempuh pendidikan tinggi di STAIN (kini IAIN) Samarinda, jurusan Pendidikan Agama Islam. Ia lulus pada 2015 dengan predikat cumlaude, di tengah tekanan ekonomi yang memaksanya bekerja sambil kuliah.
Ketua KNPI Kukar ini juga pernah memanggul karung berisi sandal untuk dijual demi biaya kuliah, menjadi pencuci piring di restoran cepat saji, hingga akhirnya dipercaya memimpin organisasi kepemudaan terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara: DPD KNPI.
Harus punya semangat bertarung untuk hidup, Rian berdagang sandal dari kampus ke kampus. Ia membawa dagangannya dengan karung. Pernah pula menjadi steward-pencuci piring di Pizza Hut Plaza Mulia.
Pernah mengikuti pelatihan media massa jurnalistik di Kaltim Post Group, dan diterima di bagian redaksi. Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah ketika ditugaskan ke Papua untuk peliputan, padahal masa kerjanya belum genap setahun.
Setelah lulus kuliah, Rian kembali ke kampung halaman dan mengajar di sekolah swasta di Loa Kulu. Sekitar dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Loa Kulu. Di sanalah ia mulai menanamkan nilai-nilai perubahan.
Upaya Kongkrit Lampau Peduli Pendidikan
Dengan menggandeng perusahaan swasta melalui dana CSR—tanpa satu rupiah pun dari APBD—ia membangun ruang kelas baru. Ia juga menginisiasi program sekolah gratis: mulai dari seragam hingga uang SPP, yang bisa dibayar menggunakan sampah plastik. Program ini tak hanya mengurangi beban orang tua, tapi juga menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Ryan mengajak perangkat daerah untuk membangun ekosistem pendukung, pelatihan, alat kerja, pangsa pasar, hingga pendampingan berkelanjutan. Bahkan pernah menangani siswa dengan perilaku khusus, dan berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik. (qi/*red)














