Paripurnanews.id, MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau sekaligus Festival Budaya Irau ke-12 tahun 2026. Salah satu fokus utama persiapan adalah memastikan jadwal penampilan setiap etnis dan paguyuban tersusun secara pasti.
Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, Jumat (9/10/2026). Rapat ini menjadi bagian dari tahapan finalisasi sebelum seluruh rangkaian perayaan digelar.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Malinau menitikberatkan pada penguncian jadwal pertunjukan budaya selama sepekan penuh. Kepastian waktu tampil dinilai penting agar setiap etnis dan paguyuban memiliki kesempatan mempersiapkan serta menampilkan kesenian masing-masing secara optimal.
Selain jadwal pertunjukan, rapat juga membahas penetapan logo resmi perayaan. Identitas visual tersebut dirancang untuk merepresentasikan keberagaman budaya dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Malinau.
Sekda Malinau, Ernes Silvanus, menegaskan bahwa pelaksanaan perayaan harus tetap selaras dengan nilai-nilai kebudayaan setempat, meskipun dikemas melalui berbagai inovasi kegiatan.
“Intinya, kita ingin memastikan semuanya sesuai dengan kearifan lokal,” kata Ernes.
Ia menjelaskan, tema Malinau dalam Kebinekaan Berkarya diharapkan mampu mendorong kreativitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah.
“Dari tema Malinau dalam Kebinekaan Berkarya, kita berinovasi dan memanfaatkan potensi daerah,” ujarnya.
Ernes juga meminta seluruh penanggung jawab kegiatan seni dan paguyuban segera meningkatkan persiapan di lapangan. Dengan jadwal yang kembali dipastikan, setiap peserta diharapkan dapat menyusun kebutuhan teknis dan mematangkan penampilan sebelum festival berlangsung.
“Jadwal kegiatan kita pastikan kembali supaya masing-masing etnis dan paguyuban bisa lebih siap. Mulai hari ini, semuanya sudah bisa bergerak,” tegasnya.
Pemkab Malinau turut mengarahkan penyelenggaraan Festival Irau ke-12 agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum untuk menggerakkan sektor pariwisata dan aktivitas usaha lokal.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana promosi produk, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan pendapatan selama perayaan berlangsung.
Melalui persiapan yang semakin dimatangkan, Pemkab Malinau berharap peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya Irau ke-12 dapat menjadi ruang kebersamaan antaretnis sekaligus memperkuat identitas budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)












